Kasus Korupsi Ketapang dan UMKM, Polda Sulsel Tetapkan Enam Tersangka

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar press conference di warkop Siama jalan Urip Sumehardjo Makassar, Selasa, (09/01/2018) | Foto : Thamrin

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar press conference di warkop Siama jalan Urip Sumehardjo Makassar, Selasa, (09/01/2018) | Foto : Thamrin

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan bibit Pohon Ketapang Kencana dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkup Pemkot Makassar menyeret enam Tersangka.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan, dari kedua kasus dugaan korupsi tersebut, khususnya proyek pohon Ketapang Kencana, terdapat empat tersangka. Sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, terdapat dua tersangka.

“Mereka masing-masing tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dan terkait penentuan tersangka, penyidik Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus memeriksa 20 orang saksi,”umbarnya saat menggelar Press Conference di warkop siama jalan Urip Sumehardjo Makassar, Selasa, 09/01/2018.

Lebih lanjut, ia mengatakan dari data yang dihimpun tersangka dari kasus pohon ketapang kencana yakni H Abd Gani Sirman (59) yang mantan Plt Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Makassar, Ir Budi Susilo (55) PNS, Ir Buyung Haris (59) Honorer Pemkot Makassar, dan Drs Abu Bakar Muhajji (60) pensiunan PNS.

Sedangkan dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Barang Persediaan Sanggar Kerajinan Lorong- Lorong Kota Makassar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar tahun anggaran 2016 yang menjadi tersangka adalah H Abd Gani Sirman (59) dan juga tersangka lain yaitu Dr M Enra Efni (39) yang merupakan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar pada tahun 2016.

“Mereka saat ini belum ditahan, akan tetapi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus korupsi pohon Ketapang Kencana dan UMKM,”beber Dicky.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus dugaan korupsi pohon Ketapang Kencana memiliki pagu anggaran dalam proyek ini sebanyak Rp 6.918.000.000 sedangkan perkiraan yang terealisasi sebanyak Rp 5.027.263.000 sehingga Kasus ini diduga terjadi mark up harga di pohon ketapang dan juga kurangnya volume item pekerjaan dan pohonnya. Kemudian dalam kasus, dugaan pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan lorong lorong Kota Makassar pada Dinas Koperasi dan UKM terdapat pagu sebanyak Rp 1.025.850.000 dan hanya terealisasi sebanyak Rp 975.232.000.

Penulis : Thamrin

Leave a Reply