Kasus Korupsi Fee 30 Persen Berlanjut, Mabes Polri Segera Tentukan Tersangka Baru

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui siang tadi. (Foto/illank)

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui siang tadi. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri datang ke Kota Makassar, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi fee 30 persen.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh tim penyidik di Mapolda Sulsel dari hari Selasa hingga Kamis pekan lalu, untuk mendalami lagi keterangan yang disampaikan para saksi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, bahwa penyidik Mabes Polri datang ke Mapolda Sulsel dan melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi.

“Seminggu lalu penyidik Bareskrim Mabes Polri datang ke Mapolda Sulsel dan memeriksa sebanyak 14 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi fee 30 persen,” kata Dicky Sondani, Selasa (2/7/2019).

Setelah mendapatkan keterangan dari para saksi, lanjut Dicky tim penyidik akan mendalami lagi dan melakukan gelar perkara di Mabes Polri untuk menentukan tersangka baru. Sebelumnya, mantan Kepala BPKAD Makassar, Erwin Haija lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka

“Selain Erwin Haija, akan ditetapkan lagi sebagai tersangka baru dari 13 orang ini. Termasuk Erwin Haija juga sudah diperiksa, tetapi kita masih menunggu hasil dari gelar perkara penyidik,” tambahnya.

Penyidik datang ke Makassar terang Dicky, untuk mencari keterangan tambahan dari para saksi yang telah menjalani pemeriksaan.

“Nantinya hal ini akan mengerucut dan akan ketahuan kemana aliran dana sosialisasi kecamatan se-Kota Makassar. Jadi penanggung jawab lini perlini, itu diperiksa sehingga ketahuan kemana aliran dana tersebut, dan digunakan untuk apa. Yang paling banyak diperiksa kemarin, itu dari staf keuangan termasuk orang-orang yang mengetahui aliran dana itu, termasuk anggota dewan juga turut diperiksa,” pungkasnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply