Kasus Dugaan Korupsi MAN IC Gowa Merugikan Negara Rp 7 Miliar

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) oleh penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus(Ditreskrimsus) Polda Sulsel.

Penyidik menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan MAN IC yang terletak di Desa Belapunraga, Kabupaten Gowa dengan menggunakan anggaran dana APBN tahun 2015, sebesar Rp 8.230.000.000 melalui Kementerian Agama RI.

“Penyidik Krimsus telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait dugaan tipikor pembangunan ruang kelas belajar Asrama Putra dan Asrama Putri MAN IC di Kabupaten Gowa,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (9/8/2018) sesaat lalu.

Dicky menyebutkan, ketiga tersangka masing-masing bernama Andi Muhammad Anshar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Alimuddin Anshar selaku Direktur PT Syafitri Perdana konsultan dan Hendrik Wijaya selaku Direktur PT Cahaya Insani Persada.

Kendati demikian, lanjut Dicky, pihaknya belum menahan ketiga tersangka tersebut dan ketiganya belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Untuk tersangka belum kita lakukan penahanan. Dan penyidik belum memeriksa mereka sebagai tersangka. Penyidik juga masih terus mengumpulkan sejumlah alat bukti,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung MAN IC setelah penyidik menerima hasil audit perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam kasus ini BPKP menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp7 miliar lebih.

Penulis : Illank

Leave a Reply