Janggal, Polrestabes Makassar Bentuk Tim Selidiki Kebakaran di Jalan Tinumbu

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat ditemui di Mapolrestabes Makassar | Foto : Illank

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat ditemui di Mapolrestabes Makassar | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak Polretabes Makassar telah membentuk tim untuk mengungkap kejanggalan terkait peristiwa terjadinya kebakaran di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) lalu.

Dimana dalam kejadian kebakaran tersebut diketahui ada enam korban jiwa yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pihaknya telah membentuk tim dengan dibantu dari Dokpol Polda Sulsel dan Resmob Polda Sulsel.

“Dokpol dan Resmob Polda Sulsel akan membantu kami, dalam mengumpulkan keterangan serta alat bukti, dimulai dari sekitar lokasi kejadian,” kata Diari saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Rabu (8/8/2018).

Sementara ini lanjut Diari, pihaknya masih menunggu hasil dari Labfor terkait titik api sehingga terjadinya kebakaran yang menyebabkan enam korban meninggal dunia.

“Titik api belum kita ketahui, sementara masih menunggu laporan dari Labfor,” ujarnya.

Diari membeberkan, bahwa sebelumnya terjadi tindak pidana yang sudah dilaporkan oleh pihak orang tua Fahri. Namun kata Diari, kalau pidana terkait asumsi yang berkembang sekarang, itu perlu pembuktian lebih lanjut.

“Kami tidak bisa berandai-andai, tetapi harus ada pembuktian yang cukup. Pidana yang dilaporkan oleh orang tua korban terkait kasus penganiayaan, pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan,” bebernya.

Meski demikian, Diari menyebutkan jumlah saksi yang sudah diambil keterangannya sangat banyak, untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan pihaknya.

“Saksinya banyak baik itu interogasi, wawancara maupun pendalaman dengan bantuan teknologi khusus, jumlahnya saksinya ada 20 orang. Namun untuk motif segalanya kemungkinan bisa saja menjadi motif, tetapi yang paling mengerucut korban bernama Fahri,” pungkasnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply