Jaksa Tuntut Istri Bos Abu Tours 20 Tahun Penjara

Tiga terdakwa kasus Abu Tours saat mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum di PN Makassar. (Foto/illank)

Tiga terdakwa kasus Abu Tours saat mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum di PN Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut istri bos Abu Tours, Nursyariah Mansyur dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.

Tak hanya itu, jaksa juga menuntut kedua terdakwa penipuan, penggelapan dan pencucian uang calon jamaah umroh Abu Tours yakni, Haeruddin hukuman penjara 16 tahun dan M Kasim Sunusi dengan penjara selama 18 tahun serta masing-masing denda Rp 100 juta subsider 1 tahun 4 bulan.

Jaksa beranggapan bahwa ketiga terdakwa secara sadar telah melanggar pasal 372 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penggelapan.

Selain itu, pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP.

Salah satu jaksa, Nana Riana mengatakan, bahwa pihaknya menuntut ketiga secara berbeda karena fungsi dan perannya berbeda-beda. Namun, ketiga terdakwa ini memiliki kerjasama yang erat dengan Hamzah Mamba.

“Pada prinsipnya ketiga terdakwa ini telah menikmati uang dari jamaah sehingga kita menuntut ketiga terdakwa berbeda-beda, M Kasim Sunusi 18 tahun, Nursyariah Mansyur 20 tahun dan Haeruddin 16 tahun dengan denda yang sama serta pasal yang sama,” kata Nana Riana saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (30/1/2019) malam tadi.

Nana menyebutkan, untuk barang bukti yang telah disita bersifat ekonomis seperti, rumah, tanah, kendaraan dan uang, pihaknya menuntut agar dikembalikan kepada korban melalui kurator. Sedangkan aset yang tidak ekonomis akan diajukan badan hukumnya sebagai koorporasi.

“Aset kita kembalikan kepada korban melalui kurator. Itu barang bukti yang bernilai ekonomis,” sebutnya.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pembelaan atau pledoi akan dibacakan oleh penasehat hukum terdakwa pada tanggal 13 Februari mendatang.

(Ink/Azr)

Leave a Reply