Genjot Pembangunan, SYL Tinjau Tiga Proyek Sekaligus

RAPORMERAH.CO,MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, melakukan peninjuan langsung terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di kota Makassar. Rabu(14/6/2017)

Diantaranya penanaman pohon lontara sebagai simbol dari masyarakat Sulsel di Jalan alternatif Perintis Kemerdekaan-Tol Ir Sutami di depan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, kemudian pembangunan Middle Ring Road MRR dan Proyek Pelebaran Jembatan Tello.

Salah satu kunjungan pertama yakni penanaman pohon Lontara di Jalan Alternatif Perintis Kemerdekaan – Tol Ir Sutami( depan BTP) Makassar, sebagai sombol dari adat Bugis Makassar.

SYL mengungkapkan rencananya akan ada 18 pohon lontara yang akan ditanam untuk menghiasi kota, Sembilan diantaranya ditanam di sisi kiri dan sembilan lainnya di sisi kanan jalan.

“Insya Allah berkah karena kita tanam di bulan Ramadan, pohon lontara ini juga sebagai simbol dari Bugis Makassar,” kata Syahrul YL disela sela penanaman pohon lontara. Ia mengatakan, pohon lontar mempunyai arti yang cukup baik bagi kehidupan dimana Akar pohon itu sama panjang ke bawah dengan tingginya pohon. Semua bagian pohonnya bermanfaat.

Setalah itu, Ia melanjutkan tinjauannya ke Proyek MRR yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan ke Jalan Leimena yang masuk tahap I pengerjaan bisa rampung Desember 2017 mendatang.
“Kita sepakat, Ini akan rampung Desember tahun ini.  Kita harapkan bisa dijadikan tempat tahun baru,” Tegas Syahrul.

Proyek yang di tangani PT.  Sumber Sari Cipta Marga dengan nilai kontrak Rp174.l,7 miliar. Pengerjaannya dimulai tahun 2015 hingga 2018.

Pada tahap pertama, akan rampung sepanjang 3,05 kilometer jalan termasuk empat buah jembatan. Untuk tahap dua yang belum tanda tangan kontrak sepanjang 4,04 kilometer. Progres pengerjaan hingga Juni tahun ini sebesar 40 persen.

“Middle Ring Road ini merupakan percontohan di Kawasan Timur Indonesia, Presiden Joko Widodo mengapresiasi hal ini,” sebut Syahrul.

Lanjut, Syahrul YL pun mengakhiri road show tinjauanmya dengan mengunjungi Proyek Jembatan Tello.

Pada kunjungan di jembatan Tallo, ia menegaskan bahwa pelebaran Jembatan Sungai Tello salah satu proyek strategis yang tujuannya untuk memecah kemacetan lalu lintas jalan utama antara Urip Sumiharjo-Perintis Kemerdekaan.

Di lokasi proyek, Syahrul Yasin Limpo sempat mengoperasikan alat borepile untuk melakukan pengeboran. Nantinya, di area yang dibor akan menjadi lokasi tempat pemancangan tiang penyangga jembatan.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan (BBPJN) XIII, Asmin Hamid, progress pekerjaan sudah mencapai 28 persen.  Posisi kegiatan adalah pengerjaan borefile. Diharapkan proyek ini bisa rampung. 19 November 2017, bertepatan dengan Hari Jadi Sulsel sehingga bisa diresmikan pada momen tersebut. total waktu yang diberikan gubernur untuk merampungkan proyek tersebut hanya empat bulan.

 

Peliput: Noya |  Editor : Kurniwan

Leave a Reply