Gegara Foto Selfie, Satu Polwan di Polrestabes Makassar Dipecat Tidak Hormat

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat memimpin upacara PTDH di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (2/1/2019)

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat memimpin upacara PTDH di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (2/1/2019)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Awal Tahun 2019 dua anggota Polrestabes Makassar mendapatkan hukuman paling berat yakni Pemecatan Tidak Dengan Terhormat (PTDH), Rabu (2/1/2019).

Mereka yang dipecat sebagai anggota Polri masing-masing bernama, AKP JW dan Brigpol DW. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo memimpin langsung upacara pemecatan terhadap dua orang tersebut, usai memimpin upacara kenaikan pangkat dan pemberian penghargaan kepada anggota Polri yang berprestasi.

Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Awaluddin menerangkan, ada dua anggota diberikan sanksi tegas Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) sepanjang tahun 2018. Dimana mereka melakukan pelanggaran disiplin serta pelanggaran kode etik profesi Polri.

“Ada dua orang dilakukan PTDH pada tahun 2018 ini. Mereka AKP JW karena disersi enam tahun dan Brigpol DW karena selfi sementara dalam tugas,” kata Awaludin.

Kendati demikian, Kasi Propam Polrestabes Makassar enggan menerangkan pelanggaran yang dilakukan AKP JW sampai disersi bertahun-tahun yang akhirnya di PTDH. Sedangkan, terkait selfi Brigpol DW tidak juga lebih rinci konten selfi yang dimaksud hingga DW harus dipecat.

Sebelumnya, dalam rilis akhir tahun 2018 Kapolretabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo menyebutkan, bahwa anggota Polrestabes Makassar yang melakukan tindak pelanggaran selama 2018 mengalami kenaikan cukup signifikan.

Anggota Polri yang melakukan beberapa jenis pelanggaran selama tahun 2018, salah satu yang didominasi adalah pelanggaran disiplin sebanyak 66 jika dibandingkan pada tahun 2017 hanya ada 57 kasus.

“Rata-rata pelanggaran anggota adalah mangkir dari tugas. Kalau dugaan penggunaan narkoba belum ada,” kata Wahyu, Senin (31/12/2018) sore.

Selain itu, lanjut Wahyu, bahwa pelanggaran kode etik juga mengalami kenaikan. Dimana pada tahun 2017 terdapat 5 kasus tetapi pada tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 8 kasus.

“Untuk pelanggaran pidana tahun ini naik sebanyak 3 kasus. Jika dibandingkan 2017 lalu hanya ada 2 kasus saja. Sehingga tahun ini total pelanggaran angota Polri mengalami kenaikan sebesar 77 kasus atau naik 20 persen dari tahun lalu hanya ada 64 kasus,” ungkapnya.

Wahyu mengatakan, bahwa anggota Polri yang melakukan berbagai jenis pelanggarannya, pasti akan mendapatkan sanksi baik ringan maupun berat.

“Bahkan kita sampai pada sanksi pemecatan kepada dua anggota untuk tahun 2018 ini. Dan saya akan upacarakan setelah malam tahun baru,” pungkasnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply