Gagal Juara, Pelatih Persija Menyayangkan Kartu Merah Sandi Sute

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos bersama pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas saat memberikan keterangan persnya. (Foto/illank)

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos bersama pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas saat memberikan keterangan persnya. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Pelatih Persija Jakarta, Julios Banuelos menyayangkan sikap wasit yang mengusir ke luar lapangan pertandingan gelandang serangnya, Sandi Sute.

Sandi Sute diganjar kartu kuning kedua pada menit 33 babak pertama, setelah melanggar dengan keras pemain kapten PSM, Wiljan Pluim sehingga wasit, Fariq Hitba terpaksa mengeluarkan kartu merah. Dengan dikeluarkannya Sandi Sute, Tim Macan Kemayoran hanya bermain 10 orang.

Namun, disepanjang pertandingan kedua tim tampil menyerang dan sama-sama mencari kemenangan untuk meraih trofi juara Piala Indonesia tahun 2019.

“Kedua tim tampil menyerang dan tampil baik dan semuanya mencari kemenangan. Tapi, disayangkan dengan keluarnya kartu merah terlalu cepat,” kata Julio Banuelos saat memberikan keterangan persnya, Selasa (6/8/2019) malam tadi.

Kekalahan ini, menurut Julio merupakan konsekuensi dari setiap pertandingan, dimana semua tim ingin tampil menyerang.

“Hari ini kita tampil menyerang. Kalah satu dua gol sama saja di dalam sepakbola dan itulah sepakbola,” bebernya.

Sementara, menurut penyerang Persija Jakarta, Bambang Pamungkas bahwa pertandingan tadi kedua tim tampil dengan baik maupun wasit tampil dengan baik juga dan inilah final.

“Selamat buat PSM, setelah 19 tahun Makassar jadi juara lagi,” ucap kata Bambang.

“Saya pikir harapan kita, final yang menarik dan bagus tersaji malam ini,” tambahnya.

Bermain dengan 10 orang pemain, kata Bambang, sulit mengembangkan permainan. Tapi seluruh pemain berusaha untuk memberikan yang terbaik.

“Hasil malam ini kita lupakan dan saat kita kembali fokus ke liga lagi, untuk memperbaiki posisi klasemen,” pungkasnya.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply