Empat Tahun Berlalu, Korban Crane Ambruk di Mekkah Belum Dapat Santunan

Korban crane ambruk, Hj Rosnallang Caco Baba saat ditemui di kediamannya. (Foto/illank)

Korban crane ambruk, Hj Rosnallang Caco Baba saat ditemui di kediamannya. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, GOWA – Harap-harap cemas dirasakan korban insiden crane yang ambruk pada 11 September tahun 2015 silam yang berada di Kabupaten Gowa.

Akibat kejadian itu, masih menyisahkan trauma mendalam terhadap korban. Korban pun masih menyimpan harapan dalam finalisasi santunan dari Pemerintah Arab Saudi serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh yang menjanjikan santunan uang bagi para korban musibah crane ambruk.

Salah satu korban musibah crane ambruk ini yang berasal dari Kabupaten Gowa, masih menanti realisasi janji Pemerintah Arab Saudi serta Pemerintah Indonesia.

Korban Rosnallang Caco Baba (66), warga Jalan Malino, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini, masih trauma jika mengingat peristiwa itu.

Ketika kejadian itu Rosnallang Caco Baba menceritakan, bahwa dirinya berada tepat di bawah saat crane tersebut ambruk namun, berhasil menghindar.

“Jadi pada saat itu melihat crane itu jatuh sempat berhasil menghindar. Tetapi saya terkena pecahan batu yang ikut roboh bersama crane yang ambruk,” kata Rosnallang, Rabu (4/9/2019).

Akibatnya, Rosnallang menderita luka berat di bagian kepala belakang, lantaran terkena batu. Ia pun sempat mendapatkan perawatan medis di dalam masjid lalu dilarikan ke rumah sakit tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Ada tiga jahitan di bagian kepala, karena terkena batu saat crane itu jatuh. Dan masih pusing saya rasa kalau terkena paparan sinar matahari terlalu lama langsung pusing,” bebernya.

Sementara itu, korban juga masih menyimpan harapan terkait janji dari Pemerintah Arab Saudi serta Kementerian Agama RI soal santunan yang sejak tahun 2015 lalu dijanjikan, namun hingga kini belum diterimanya.

“Sampai sekarang belum ada pemberian santunan kepada korban jatuhnya crane tersebut. Sudah hampir empat tahun ini belum ada realisasi janji pemberian santunan terhadap para korban,” ungkapnya.

Sedangkan, Pemerintah Arab Saudi telah mencairkan anggaran santunan senilai 6,13 juta dolar atau sekitar Rp 85 miliar bagi
puluhan korban WNI yang menjadi korban tewas dan luka dalam insiden crane yang jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, saat pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 silam.

Namun, mekanisme pemberian santunan itu masih menunggu kesepakatan antara Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Agama RI.

(Mir/Azr)

Leave a Reply