Empat Pelaku Jambret Diringkus Polisi

Waka Polsek Ujung Tanah AKP Ismail didampingi Kanit Reskrim Polsek Ujung Tanah Iptu Juma Ali dan Paur Humas Polres Pelabuhan Makassar Ipda Tumiar Butar Butar | foto : illank

Waka Polsek Ujung Tanah AKP Ismail didampingi Kanit Reskrim Polsek Ujung Tanah Iptu Juma Ali dan Paur Humas Polres Pelabuhan Makassar Ipda Tumiar Butar Butar | foto : illank

RAPORMERAH.CO – Empat pelaku jambret dan pencurian dengan pemberatan (Curat) diringkus personel Unit Reskrim Polsek Ujung Tanah dibeberapa lokasi berbeda di Kota Makassar.

Para pelaku jambret dan curat yang berhasil diungkap pihak kepolisian masing-masing berinisial, MH, RA,AS dan AR.

Waka Polsek Ujung Tanah, AKP Ismail mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi pada bulan Agustus dan September lalu.

“Empat pelaku pencurian kita amankan dengan lokasi kejadian di Jalan Satando dan Jalan Cakalang, Kota Makassar. Jadi mereka ini kerap beraksi di wilayah Ujung Tanah. Tapi sudah kita amankan,” kata Ismail, Rabu (9/10/2019).

Ismail menerangkan, MH dan RA saat melancarkan aksi kejahatan di jalan raya dengan cara memepet korbannya sedang melintas kemudian saat jalanan sepi, mereka langsung merampas handphone milik korban hingga mengakibatkan korban terjatuh.

Sedangkan, untuk AS dan AR melakukan aksinya di Jalan Cakalang tepatnya di depan SMP 7 Makassar, memepet korbannya dari arah belakang dan langsung merampas handphone korban yang tersimpan di dash board, namun naas korban langsung berteriak sehingga kedua tersangka langsung dikejar oleh warga sehingga AS berhasil diamankan warga. Tapi kendaraan yang digunakan dibakar oleh warga yang sudah berkerumung.

“Jadi aksinya mereka ini selalu memepet para korbannya saat berkendara dan pada saat jalannya sepi, para pelaku ini langsung melancarkan aksinya,” bebernya.

Dari tangan keempat pelaku, pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa dua unit handphone milik korban dan dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Terhadap tersangka dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama 7 tahun penjara,” pungkasnya.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply