Eks Sekretaris KPU Makassar Jalani Sidang Perdana

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar dengan anggaran tahun 2017-2018 sebanyak Rp 60 miliar digelar di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (19/9/2019).

Dalam kasus ini mendudukkan mantan Sekretaris KPU Makassar, Sabri dan pembantu Bendahara KPU Makassar, Habibi sebagai terdakwa, lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebanyak Rp 6,4 miliar.

Sidang perdana ini digelar dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mudaddzir dihadapan ketua majelis hakim, Daniel Pratu.

Sabri dan Habibi diduga tindak pidana korupsi dana hibah KPU Makassar, dimana dana tersebut seharus digunakan untuk pembayaran honor Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Dana digunakan Sabri merupakan honor kegiatan PPK satu bulan dan PPS yang ada di seluruh Kota Makassar,” kata Mudaddzir.

Tak hanya itu, terdakwa juga mengambil dana pengadaan komputer dan perangkat di KPU Makassar yang ditandatangani Sabri sendiri. Akibatnya KPU Makassar sampai saat ini, belum membayar pengadaan komputer yang nilai mencampai Rp 398 juta.

“Selain itu, uang sebesar Rp 1,9 miliar dipakai Sabri dan Habibi (tersangka lainnya) untuk kebutuhan pribadinya seperti biaya tiket, akomodasi perjalanan, biaya hotel dan uang makan dan minumnya,” imbuhnya.

Kedua terdakwa didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) juncto pasal18 Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, mereka juga didakwa subsidair pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Setelah mendengarkan dakwaan tim JPU, Sabri kemudian berkoordinasi dengan penasehat hukumnya untuk mangajukan eksepsi atau nota keberatan atau tidak.

Namun, Sabri memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi sehingga sidang selanjutnya pada tanggal 26 September pekan depan akan dilanjutkan dengan agenda sidang menghadirkan tiga orang saksi.

(Ink/Azr)

Leave a Reply