Dituding Nikah Kontrak, IRT Asal Sidrap Laporkan Simpatisan DOAMU ke Polisi

Wiwi Permatasari saat ikut bersama awak media ketika dilakukan rilis di Mapolda Sulsel, Selasa (13/03/2018). (Foto/illank)

Wiwi Permatasari saat ikut bersama awak media ketika dilakukan rilis di Mapolda Sulsel, Selasa (13/03/2018). (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Wiwi Permatasari (25) mendatangi Polda Sulsel secara khusus hanya untuk melihat pelaku pencemaran nama baik terhadap salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sidrap, Selasa (13/03/2018).

Perempuan asal Watangsalo, Kabupaten Sidrap ini datang sebab dirinya juga mengaku menjadi korban pencemaran nama baik yang dilakukan oleh MUG (38) melalui akun Facebook bernama Ghofur Mun Farif diunggah Grup Pilkada Sidrap 2018.

Pelaku menuduh dirinya bersama suaminya telah melakukan perkawinan kontrak. Akibatnya ia laporkan pelaku ke Polda Sulsel lantaran telah melakukan tindakan pencemaran nama baik

“Saya tidak terima dibilangi kawin kontrak dengan suamiku, jadi saya datang untuk melaporkan perbuatan pelaku,” ucap Wiwi sambil memperlihatkan bukti status Facebook yang ditulis pelaku.

Bahkan Wiwi hadir dalam ruangan Direktorat Reser Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel saat dilakukan rilis penangkapan pelaku pencemaran nama baik tersebut, sehingga dianggap salah satu awak media, karena ia juga membaur bersama rekan-rekan media yang hadir.

Usai itu, Wiwi pun mulai menceritakan, awalnya pelaku melalui akun facebook yang bernama Ghofur Mun Farid dan relawan paslon Bupati Sidrap Fatmawati Rusdi bertengkar di facebook terkait masalah kesalahan pengetikan.

“Dia (MUG) dengan relawan Fatma lainnya bertengkar di facebook, dia bilang bagaimana mau mendukung kalau ketikanmu saja salah salah, terus di komentar lain saya dapat juga ketikannya yang typo jadi saya komen jangan mi bilangi orang typo karena ketikanmu juga typo,” beber Wiwi.

Berselang lima menit kemudian, kata Wiwi pelaku mengupload foto dirinya bersama sang suami kemudian pelaku menuliskan “Wiwi Permatasari lagi kontrak sama Asmadi Wijaya selama 90 hari kalender”.

“Selain itu ada juga undangan Mapparola ku dia ubah menjadi Mappatola Bene yang artinya mengganti istri,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengarahkan Wiwi untuk melapor ke bagian SPKT atas kejadian yang menimpa dirinya.

Diketahui sebelumnya, pelaku (MUG) sengaja melakukan manipulasi terhadap akun Facebook milik orang yang bernama Ghofur Mun Farid untuk melakukan pencemaran nama baik di dalam Grup Pilkada Sidrap 2018. Dimana pemilik nama akun Facebook tersebut merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Mukomuko Polda Bengkulu.

Penulis : Illank

Leave a Reply