Ditresnarkoba Polda Sulsel Akui Maraknya Napi Kendalikan Peredaran Narkoba 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (tengah), Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan (kanan) dan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sulse, AKBP Ucuk Supriyadi saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Sulsel, tadi pagi | Foto : Illank

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (tengah), Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan (kanan) dan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sulse, AKBP Ucuk Supriyadi saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Sulsel, tadi pagi | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan tak menampik maraknya narapidana mengendalikan peredaran narkoba dari luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sehingga pihak kepolisian bersama Dirjen Lapas sudah menjalin kerjasama.

“Akan tetapi, kondisi lapas yang memang sulit terpantau dengan maksimal. Dimana yang jaga cuma 5 yang di jaga ada 100 otomatis dengan kondisi seperti itu tidak bisa maksimal,” kata Hermawan saat ditemui di Mapolda Sulsel, Kamis (23/5/2018).

Lanjut Hermawan, dengan adanya kejadian ini dari pihak Lapas agar tetap membantu pihaknya dalam memberikan informasi supaya apa yang beredar diluar dikendalikan dari lapas agar bisa maksimal dalam penangkapan.

“Dan kita saat ini sudah bekerja sama, segala informasi yang ada di dalam lapas, nanti orang lapasnya akan beritahukan kepada kami,” sambungnya.

Hal dibuktikan dengan tertangkapnya Bandar Besar Narkoba, Syamsul Risal (SR) alias Kijang yang selama 2 tahun terkahir ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sulsel.

Kijang ditangkap di perbatasan Indonesia-Malaysia, Pulau Nyamuk, Desa Bambanga, Kec. Sebatik, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (20/5/2018). Diketahui bahwa Kijang adalah seorang Bandar Besar yang menguasai peredaran Narkoba dari luar maupun dalam negeri.

Berawal pada Kamis (7/4/2016) sekitar pukul 19.30 Wita, ditemukan Narkotika jenis Sabu seberat 3,4 Kg di kediaman Tersangka SD di Desa Leppangan, Kec. Patampanua, Kab. Pinrang, dari Interogasi saat tertangkapnya SD, ia mengaku memperolehnya dari Tersangka EW dan rekannya AR, kemudian EW dan AR mengaku memperoleh barang haram itu dari Tersangka EC.

Diketahui saat ini keempat tersangka SD, EW, AR, dan EC saat ini sementara menjalani Vonis Hukuman di Rutan Kelas 2B Pinrang, dan sampai saat ini peredaran masih terus berlanjut dalam Lapas ataupun Rutan.

Saat ini, Tersangka Kijang masih akan menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Sulsel untuk mengetahui sejauh mana sepak terjang dan heroiknya sang Bandar Besar Narkoba asal Kabupaten Pinrang ini.

“Karena baru tertangkap kita baru akan BAP, nanti kita tanyakan sejauh apa sepak terjang si Kijang ini,” tutup Hermawan.

Penulis : Illank

Leave a Reply