Disangka TKI Ilegal, Seorang Warga Malaysia Diterbangkan ke Indonesia

Kepala Kantor Wilayah Sulsel Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, Andi Pallawarukka saat menunjuk dokumen perjalanan warga negara Malaysia yang dideportasi dari negaranya sendiri setelah dikira warga negara Indonesia. (Foto/illank)

Kepala Kantor Wilayah Sulsel Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, Andi Pallawarukka saat menunjuk dokumen perjalanan warga negara Malaysia yang dideportasi dari negaranya sendiri setelah dikira warga negara Indonesia. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar mendeportasi dua orang warga negara asing (WNA) yang berada di Kota Makassar.

Dua orang WNA tersebut yakni, Mohd Fazley Bin Faizal warga negara Malaysia dan Ronald Akuwere warga negara Papua Nugini.

Kepala Kantor Wilayah Sulsel, Andi Pallawarukka mengatakan, bahwa ada dua WNA yang akan dideportasi setelah menyelesaikan proses administrasinya.

“Yang pertama akan kita deportasi dari warga negara Malaysia, bentar sore ini rencananya akan diberangkatkan ke negaranya. Sementara untuk warga negara Papua Nugini masih menanti tiket keberangkatannya,” kata Andi Pallawarukka saat ditemui di kantornya, Jumat (15/3/2019).

Dia menerangkan, bahwa WNA asal Malaysia ini sebelumnya ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia, lantaran tidak membawa kartu IC atau kartu identitas sehingga dirinya ditahan dan dideportasi ke Indonesia, karena dikira Mohd Fazley Bin Faizal adalah warga negara Indonesia.

“Yang bersangkutan ditangkap di Mesjid Besar Kota Tawau, kemudian polisi Malaysia datang untuk melakukan razia tenaga kerja ilegal, lalu yang bersangkutan tidak memiliki kartu identitas sehingga pihak kepolisian Malaysia mengganggap bahwa Mohd Fazley Bin Faizal adalah tenaga kerja Indonesia yang ilegal, makanya dirinya dideportasi ke Indonesia,” ungkapnya

Lanjutnya, ketika Mohd Fazley Bin Faisal berada di Indonesia kemudian diamankan oleh pihak kepolisian dan mengaku sebagai warga negara Malaysia.

“Pada hari itu juga anggota Polsek Mamajang datang ke kantor imigrasi untuk diserahkan WNA tersebut. Kemudian dilakukan koordinasi dengan kedutaan Malaysia sehingga yang bersangkutan mendapatkan paspor sekali jalan,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk warga negara Papua Nugini, Ronald Akuwere merupakan residivis kasus penyelundupan narkotika jenis ganja yang sebelumnya ditangkap di Papua.

“Setelah divonis 4 tahun, WNA ini dipindahkan ke lapas narkoba di Kabupaten Gowa, dan dia baru selesai menjalani masa hukumannya. Sementara ini kita masih menanti tiket untuk memulangkan yang bersangkutan,” tutupnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply