Dihadapan Hakim Dua Terdakwa Pembakaran Maut Menyesali Perbuatannya

Dua terdakwa pembakaran maut di Jalan Tinumbu, Kota Maakssar hanya tertunduk di hadapan majelis hakim PN Makassar selama persidangan. (Foto/illank)

Dua terdakwa pembakaran maut di Jalan Tinumbu, Kota Maakssar hanya tertunduk di hadapan majelis hakim PN Makassar selama persidangan. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Muhammad Ilham Agsari alias Ilho dan Sulkifli Amir alias Ramma, terdakwa pembakaran rumah di Jalan Tinumbu, Kota Makassar, mengaku menyesal dengan perbuatannya yang berakibat enam orang tewas terpanggang.

Penyesalan itu disampaikan dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Supriadi dalam sidang dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (9/4/2019).

Dihadapan majelis hakim, kedua terdakwa mengaku menyesali segala perbuatannya dan berharap majelis hakim dapat memberikan sedikit keringanan hukuman.

“Saya yang mulia masih ada istri dan anak. Jadi mohon dipertimbangkan,” ucap Ilho.

Kemudian terdakwa, Sulkifli Amir alias Ramma menyatakan jika dirinya ingin diberikan kesempatan untuk membahagiakan orang tuanya.

“Mohon yang mulia bisa meringankan hukuman saya, karena belum sempat membahagiakan orang tua saya,” kata Ramma.

Usai mendengarkan penyesalan kedua terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga Kamis (11/4) esok.

Mendengar penundaan sidang tersebut, keluarga korban sontak meneriaki kedua terdakwa yang digiring keluar dari ruangan sidang PN Makassar.

(Ink/Azr)

Leave a Reply