Diajak Malam Mingguan Pacar Baru, Siswi SMA di Toraja Malah Diperkosa

RAPORMERAH. CO – Seorang siswi SMA di Kabupaten Tana Toraja, berinisial AM berusia 16 tahun menjadi korban tindak asusila yang dilakukan oleh pria pengangguran yang baru dikenalnya.

Korban tidak lama berkenalan dengan pelaku berinisial, J alias S (19) warga Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Dia melancarkan aksi bejatnya setelah mengajak korban di kamar kos korban dan saat berada di dalam kamar pelaku menyetubuhi korban berulang-ulang.

“Dari hasil pemeriksaan, kuat dugaan telah terjadi dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Sehingga J alias S ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kanit Unit PPA Polres Tator Bripka Y. Matarru, Kamis (3/10/2019).

Aksi bejat pelaku dilancarkan oleh pelaku pada tanggal 28 September lalu. Dimana sebelumnya, korban dan pelaku bertemu di sekitar daerah Tondon, kemudian berkenalan. Mereka pun saling akrab dan pelaku pun mengajak korban pacaran.

Korban yang masih polos dan baru menetap di lokasi tersebut, langsung menerima ajak pelaku. Pada malam minggu pelaku mengajak korban untuk keluar sambil menikmati malam minggu berdua.

“Pelaku dan korban ini pacaran. Mereka ini melakukan persetubuhan di kamar kost korban dengan cara membujuk-bujuk atau merayu korban untuk melakukan persetubuhan,” bebernya.

Tak hanya sekali, pelaku J alias S terus merayu korban hingga aksi bejatnya pun terjadi secara berulang-ulang. Namun, aksi mesum tersebut dapat dihentikan setelah orang tua korban pergoki hingga kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Kejadian persetubuhan telah dilakukan sebanyak lima kali dan terakhir dilakukan pada Selasa, 1 Oktober 2019 kemarin. Pihak keluarga yang mengetahui hal itu langsung melapor ke polisi,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun upaya sosialisasi untuk menekan kejadian ini telah dilakukan oleh polisi, baik dengan cara melakukan penyuluhan di sekolah maupun dengan cara melakukan himbauan saat ada kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung.

Namun, hal itu rasanya itu belum cukup tanpa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif awasi apa yang dilakukan oleh anak anak kita, jangan biarkan mereka terlibat dalam pergaulan bebas dan tenggelam dalam pengaruh internet negatif,” harapnya.

Leave a Reply