Cinta Tak Direstui, Pemuda Ini Sebar Video Bercinta dengan Pacar

Pelaku penyebar video mesum diamanakan polisi | Foto : Illank

Pelaku penyebar video mesum diamanakan polisi | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – MA pemuda berusia 22 tahun terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan oleh keluarga pacarnya sendiri, karena memposting video mesumnya bersama wanita yang dipacarinya selama setahun ini.

Keluarga korban berinisial GAA melaporkan MA ke polisi, lantaran ditemukan akun Facebook yang sama dengan nama korban dan dalam postingan itu ditemukan sebuah video antara pelaku dan korban tidak mengenakan baju di dalam kamar salah satu penginapan yang berada di wilayah Kota Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, pihaknya menerima laporan korban pada 6 Maret. Karena korban menemukan akun di sosial media atas nama dirinya dan menemukan sebuah video hubungan layaknya suami istri antara korban dengan pelaku.

“Setelah tim cybercrime menelusuri akun Facebook itu, kita temukan akun tersebut dibuat oleh pelaku dan memposting video asusila yang berdurasi 59 detik,” kata Indratmoko saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/3/2019).

Indratmoko menerangkan, bahwa alasan pelaku menyebarkan video mesumnya itu, karena sakit hati terhadap keluarga yang tidak menyetujui pelaku menikahi korban.

“Motifnya karena sakit hati pelaku tidak mendapatkan restu dari keluarga korban sehingga pelaku membuat akun palsu dengan menggunakan nama korban, kemudian menggungah konten tersebut,” jelasnya.

Video mesum itu dibuat kata Indratmoko, pada pertengahan bulan Februari lalu ketika mereka masih menjalin hubungan asmara dan diunggah pada tanggal 4 Maret kemudian dilaporkan oleh keluarga korban pada 6 Maret.

“Video itu direkam oleh pelaku. Cuman dalam video itu tidak terlihat adanya adegan hubungan suami istri hanya ada adegan ciuman antara pelaku dan korban tanpa gunakan pakaian,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya sebut Indratmoko, pelaku akan dijerat dengan pasal Pasal 45 ayat (1) juncto pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

“Pelaku kita jerat dengan UU ITE dengan ancaman hukumannya enam tahun penjara,” tutupnya.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply