Catatan Akhir Tahun ACC, Enam Tersangka Kasus Korupsi Diendapkan Kejati Sulsel

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun saat ditemui di kantor ACC Sulawesi. (Foto/illank)

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun saat ditemui di kantor ACC Sulawesi. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Catatan Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi terdapat enam orang yang masih dalam status Daftar Pencarian Orang atau DPO terkait sejumlah tindak pidana korupsi, tidak dimasuk kedalam 31 DPO yang dikejar oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Hal ini dikatakan Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun saat merilis catatan akhir tahun 2018 ACC Sulawesi di kantornya, Senin (7/1/2019) siang tadi.

“Dari 31 DPO kejaksaan, ada enam DPO yang tidak masuk kan kedalam 31 nama orang yang dikejar. Jadi bukan 31 DPO tapi lebih dari pada itu,” kata Kadir.

Kadir menyebutkan, bahwa keenam orang DPO tersebut yakni, Hendra Iskaq dan Trihario terlibat pada kasus dugaan korupsi revitalisasi pabrik gula PTPN XIV Sulsel, dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 2.9 miliar.

Kemudian, Syahrul Ramadhan dan Yhosimune Yamada terlibat kasus dugaan korupsi dana pengangkutan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) Kota Parepare tahun 2011, dengan kerugian negaran sebesar Rp 754 juta.

Sedangkan, Rusdianto Hasan terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan bermotor di Kantor Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba tahun 2013 dan Joharis terlibat kasus dugaan korupsi kredit fiktif BRI Somba Opu, Makassar tahun 2003-2005.

“Dari enam orang DPO ini. Mereka tidak pernah dimasukan nama-namanya pada saat rilis akhir tahun Kejati Sulsel, kemarin. Ternyata dalam kasus dugaan korupsi dana pengangkutan armada damkar terdapat tersangkanya warga negara Jepang,” sebutnya.

Kadir menerangkan, bahwa kasus keenam tersangka dugaan korupsi tersebut dominan ditangani oleh Kejati Sulsel, selebihnya ditangani oleh Kejari Bulukumba dan Makassar. Tapi hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari kejaksaan sampai dimana kelanjutan kasus-kasus korupsi tersebut.

“Kami sudah cek ke lapangan langsung dan belum ada yang dilimpahkan ke pengadilan baik dari salah satu tersangka dari enam tersangka korupsi tersebut,” pungkasnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply