Bos Hotel Claro Diperiksa Polisi Soal Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Makassar

Ilustrasi / IST

Ilustrasi / IST

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Komisaris Utama Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), Willianto Tanta diam-diam telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Makassar.

Dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Makassar terdapat dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni, Sekretaris KPU Makassar, Sabri dan Bendahara Pengeluaran Pembantu KPU Kota Makassar, Habibi.

“Kemarin (Senin), Wilianto Tahta diperiksa di Polda Sulsel,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono, saat dikonfirmasi, Selasa (25/6/2019).

Penyidik Polda Sulsel memanggil bos Claro untuk memberikan keterangan seputar kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Makassar, atas permintaan Sabri dan Habibi sehingga dengan alasan itu bos Claro menjalani pemeriksaan.

“Itu penambahan saksi-saksi aja ya, karena ada info dari permintaan dari tersangka jadi kita periksa,” tambahnya.

Terpisah, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati juga membenarkan pemeriksaan terhadap bos Claro yang merupakan politisi dari Partai Nasdem.

Yudha mengatakan, agenda pemeriksaan itu hanya untuk mendalami perannya, karena sempat disebut oleh satu tersangka.

“Pemeriksaan sebagai saksi saja. Kita mintai keterangannya karena namanya disebut-sebut oleh tersangka,” terangnya.

Bos Claro menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulsel selama lima jam dengan mendapatkan 19 pertanyaan dari penyidik. Dan selama pemeriksaan, Wili menjawab semua pertanyaan penyidik dengan baik.

“Jumlah pertanyaan itu ada 19. Diperiksa mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 Wita,” pungkasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply