BNNP Sulsel Dalami Jaringan Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Dua pelaku ditangkap bersama barang bukti ganja 1,3 kg. (Foto/illank)

Dua pelaku ditangkap bersama barang bukti ganja 1,3 kg. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Tim gabungan Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja lintas provinsi, Sabtu (31/8) lalu.

Pengungkapan berawal ketika barang paket kiriman dari Medan tujuan Makassar, sementara diperiksa di kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Namun, hasil pemeriksaan paket kiriman itu ditemukan ganja seberat 1,3 kg.

Kemudian pihak Bea Cukai bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel mengembangkan paket kiriman ganja tersebut dan berhasil mengamankan pemesannya.

Kasi Penyidik BNNP Sulsel, Kompol Yeri mengatakan, dari hasil pengungkapan itu kemudian tim gabungan meneruskan paket kiriman tersebut ke jasa pengiriman untuk selanjutnya akan diambil oleh seorang ojek online.

“Setelah kita terus paket kiriman itu ke jasa pengiriman, datang ojek online untuk mengambil paket tersebut dan membawanya ke Jalan Bambapuang, Kota Makassar. Saat paket tersebut diserahkan ke pemesan barang langsung kita tangkap seorang pria berinisial MD di rumahnya,” kata Kompol Yeri, Jumat (6/9/2019).

Dari hasil tangkapan MD terang Yeri, tim gabungan kembali pengembangan berdasarkan hasil interogasi awal MD bahwa pemilik ganja seberat 1,3 kg adalah milik RZ yang berada di BTN Hartaco Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

“Selanjutnya kita mengantarkan barang kiriman ganja ini kepada RZ melalui MD ke sebuah bengkel. Dan saat itu langsung juga kita amankan RZ,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis ganja seberat 1,3 kg, tiga unit handphone dan satu lembar resi pengiriman.

“MD ini adalah residivis dalam kasus narkotika dan kembali terlibat dalam kasus yang sama. Sedangkan, RZ berprofesi sebagai sales barang asongan yang berperan sebagai pemesan ganja melalui MD. Sementara jaringan ini masih kita dalami sampai ke Medan untuk membongkar jaringan tersebut,” terangnya.

Kendati demikian, pihak BNNP hingga saat ini masih mendalami jaringan peredaran narkotika jenis ganja lintas provinsi dari Medan ke Makassar.

“Kita masih mendalami jaringan ini. Kita juga sudah mengantongi identitas pemasok ganja ini yang berasal dari Medan yang masih dalam pengejaran,” pungkasnya.

Kedua pelaku ini akan dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 111 dan pasal 114 Juncto pasal 132 dengan ancaman hukuman 4 tahun dan atau hukuman mati.

(Mir/Azr)

Leave a Reply