Berkilah Soal Pemotongan Sumbangan Masjid, Para Guru Kembali Kacam Kepsek SLB

RAPORMERAH.CO – Sedikitnya 15 guru dibuat germ oleh kepala sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi yang mencari celah dan perlindungan, untuk membenarkan peristiwa pemotongan bantuan masjid senilai 10 juta rupiah, yang sudah disoroti beberapa hari yang lalu, Selasa 24/03/2020.

Kegeraman para guru lantaran pernyataan yang di lontarkan oleh Ismail Yunus seorang guru yang loyal kepada Kepala sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi tak sesuai dengan fakta yang dialami oleh puluhan guru lainnya soal pemotongan uang sumbangan masjid yang berjumlah 10 juta rupiah.

Sikap Kepala sekolah juga dianggap tidak gentleman lantaran bukan dirinya yang memberikan klarifikasi kepada para guru dan publik, malah menambah kegeraman para guru lantaran yang memberikan keterangan terkait pemotongan sumbangan masjid yang jumlahnya fantastis merupakan guru yang pro kepada kepala sekolah.

” 2 sampai sampai 3 orangji pak yang memihak kepada kepala sekolah, salah sutunya itu Ismail Yunus, sebenarnya tidak begitu faktanya yang diungkapkannya ” Tegas para guru yang di temui di kediamannya.

Dirinya mengungkapkan bahwa Ismail Yunus merupakan salah satu guru di tempat itu dan sekaligus ketua sub center braillo yang sangat loyal kepada kepala sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi.

Selain itu Ismail Yunus juga merupakan Ketua Pengurus Masjid yang pada saat itu menerima bantuan masjid senilai 10 dari Irwan, setelah menerima uang tersebut Ismail Yunus langsung menyampaikannya ke kepala sekolah untuk di kelolah.

” Sumbangan 10 juta itu Ismail Yunus sebagai ketua pengurus masjid yang terima dari keluarga pak Irwan, lalu menyampaikan ke kepala sekolah untuk dikelola ” Terangnya

Tak hanya itu yang membuat geram para guru, Ismail Yunus dalam pernyataannya sumbangan 10 juta juga di masukkan dalam penimbunan lahan parkir dekat masjid padahal dana yang di pergunakan untuk penimbunan lahan parkir dekat masjid merupakan dana hasil swadaya para guru dan jemaah.

” Itu samping masjid yang ditimbun merupakan hasil swadaya para guru dan jamaah maajid dan itu bukan dari uang yang 10 juta sumbangan pak Irwan ” Tegasnya

Hingga saat ini keberadaan kepala sekolah SLB Pembina Tingkat Provinsi tak di katui, beberapakali tim media berusaha mengkonfirmasinya akhirnya gagal, para guru-gurupun yang sempat di mintai terkait keberadaan Kepala sekolah tak mengetahuinya.

(Tim)

Leave a Reply