Bayi 8 Bulan Penderita Hidrosefalus di Gowa Butuhkan Uluran Tangan Dermawan

Arjuna bayi berusia 8 bulan yang dipangku sang ibunya berharap anaknya segera sembuh. (Foto/illank)

Arjuna bayi berusia 8 bulan yang dipangku sang ibunya berharap anaknya segera sembuh. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, GOWA – Bayi berusia 8 bulan dan berbobot 3 kilogram yang menderita gizi buruk dan Hidrosefalus tergolek lemas di rumah tanpa perawatan dokter di Kabupaten Gowa.

Walaupun sempat mendapatkan perawatan medis selama sebulan di rumah sakit, namun karena persoalan biaya sehingga kedua orang tua sang bayi membawanya pulang di rumah kontrakannya Jalan Pakki Daeng Masita, Kelurahan Kaji Bajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Sang ayah yang hanya berprofesi sebagai supir truk terus berupaya agar anak ketiganya dapat sembuh dari penyakitnya. Kedua orang tua bayi yang menderita gizi buruk dan Hidrosefalus tetap sabar merawat sang buah hati di rumah kontrakannya

Arjuna yang berusia 8 bulan ini terbaring lemas di rumah tanpa perawatan medis. Anak ketiga dari pasangan Wahyuni dan Herman sempat mendapatkan perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Namun, karena biaya perawatan yang mencapai puluhan juta sehingga Arjuna dibawa pulang oleh kedua orang tuanya.

Selain menderita gizi buruk dan Hidrosefalus, Arjuna juga mengalami gangguan di paru-paru. Bahkan, berat badannya hanya mencapai tiga kilogram saja.

Sang ayah, Herman yang sehari-hari bekerja sebagai supir truk, hanya bisa berupaya agar kondisi anaknya itu tidak semakin parah.

“Arjuna harus terus mengkonsumsi susu per 3 jam, harga susu pun mencapai Rp 300 ribu per kalengnya,” kata Herman, Rabu (11/9/2019).

Sementara sang ibu, Wahyuni tidak bisa membantu mencarikan biaya tambahan untuk biaya pengobatan anak ketiganya. Karena ia harus merawat dan mengawasi sang bayi yang masih lemas.

Wahyuni mengatakan, jika putranya saat dilahirkan dengan persalinan normal, namun sebulan berikutnya Arjuna menderita gangguan kulit hingga berdampak ke bagian kepala.

“Dari situlah awal munculnya penyakit Hidrosefalus, gizi buruk dan radang paru-paru,” kata ibu Arjuna.

Untuk bisa mendapatkan asupan gizi, bayi Arjuna harus menggunakan selang yang dipasang di bagian hidung dan perut.

Kedua orang tua Arjuna hanya bisa mengharap bantuan dari para dermawan atau dari Pemerintah Kabupaten Gowa untuk dapat membantu proses kesembuhan bayi Arjuna. Hal ini lantaran kedua orang tua Arjuna hanya mampu membayar rumah kontrakan serta kebutuhan sehari-hari, khususnya kebutuhan bayi Arjuna agar penyakitnya tidak semakin bertambah.

(Mir/Azr)

Leave a Reply