Bareskrim Tetapkan Erwin Haija Sebagai Tersangka Kasus Fee 30 Persen

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Setelah menjadi teka teki siapa tersangka kasus dugaan korupsi anggaran sosialisasi 15 kecamatan Kota Makassar, kini Bareskrim Mabes Polri menjawab dengan menetapkan tersangka.

Tersangka dalam kasus dugaan korupsi fee 30 persen itu adalah Erwin Haija. Penetapan itu setelah penyidik menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 20 miliar, berdasarkan perhitungan kerugian negara BPK RI

“Dalam kasus dugaan korupsi Fee 30 persen, hasil kerugian keuangan negara BPK RI sekurang-kurangnya sebesar Rp 20.475.000.000,” tegas Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri, Kombes Erwanto Kurniadi, Rabu (12/9/2018) malam.

Erwanto membeberkan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 86 orang saksi yang terdiri dari 15 orang camat, 18 orang Kasubag Renkeu Kecamatan, 15 orang bendahara pengeluaran, dua orang penandatanganan absen, lima orang di BPKAD.

Sementara, 11 anggota DPRD Makassar, satu orang TPAD, 14 orang PHPP, empat orang pihak ke-tiga, Wali Kota Makassar Ir Ramdhan Pomanto, dua orang pihak lain dan seorang narasumber.

Erwin Haija ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri sebelumnya. Karena memerintahkan melakukan pemotongan melalui Kabid anggaran BPKAD Kota Makassar sebesar 30 persen.

Dimana anggara itu berasal dari pagu anggaran kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada Kasubag Renkeu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara, Erwin Haija selaku kepala BPKAD periode 2013 hingga 2018, ditetapkan sebagai orang yang dimintai pertanggung jawaban pidana atau tersangka,” bebernya

Perlu diketahui, Erwin Hayya juga telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang lain. Yaitu, pengadaan barang dan jasa yang terjadi di lingkup BPKAD Makassar pada tahun 2017.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply