Bandar Sabu-sabu Berkedok Pedagang Buah

Tersangka bandar narkoba dan barang bukti 42 sachet sabu diamankan di Polrestabes Makassar, Senin (18/12/2017) | Foto : Illank

Tersangka bandar narkoba dan barang bukti 42 sachet sabu diamankan di Polrestabes Makassar, Senin (18/12/2017) | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sabri alias Epong diduga seorang pengedar sabu diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar di Jalan Indah 6 Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo Kota Makassar, Jumat (15/12/2017) sekitar pukul 07.00 Wita.

Tersangka dalam sehari-harinya sebagai penjual buah di Pasar Pannampu Kota Makassar yang seakan menutupi kesehariannya dalam mengedarkan sabu.

Pengungkapan peredaran narkotika tersebut saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka dan hasilnya anggota menemukan barang bukti sabu sebanyak dua bal berisi 15 sachet tersimpan dibawah lemari jualan buah tersangka.

“Anggota juga menemukan barang bukti sabu didalam kantong bajunya dan 1 buah dompet kecil ditemukan sabu sebanyak 27 sachet kecil,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika di Mapolrestabes Makassar, Senin (18/12/2017).

Barang bukti Sabu siap edar yang diamankan dari tangan tersangka
Barang bukti Sabu siap edar yang diamankan dari tangan tersangka

Lanjut Diari, tertangkapnya tersangka merupakan hasil penyelidikan selama kurang lebih dua minggu, ada peredaran gelap narkotika dan shabu di sekitar TKP, kata Diari, dimana tersangka sudah kedua kalinya melakukan transaksi narkotika.

“Kami melakukan pengungkapan untuk peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kota Makassar dengan berat barang bukti 142 hingga 145 gram,” ujarnya.

Diari menerangkan, bahwa tersangka pertama mengambil barang haram tersebut sebanyak 100 gram dan masih ada sisanya penjualan sabu sekitar 42 sachet. Sementara yang kedua sebanyak 100 gram.

“Bapak ini lagi menjalani tahanan juga kasus narkotika di lapas bolanggi. Jadi dia mengedarkan narkotika didalam Kota Makassar bukan dalam tahanan. Cuman, kami duga kuat untuk kontrol dan cari tahu lalu lintas narkotika ini yang masuk di Kota Makassar yang dikendalikan dari dalam lapas,” terangnya.

Ia juga menegaskan, akan gencar mengagendakan pengungkapan kasus-kasus penyalahgunaan narkotika menjelang akhir tahun.

“Yang mana di Kota Makassar sendiri, selain obat-obatan keras dan narkotika jenis sabu dengan transaksi dari luar kota antar jemput untuk mengambil dan menjemput barang tersebut,” tutupnya.

Diari menambahkan, bahwa tersangka akan dipersangkakan pasal 112 ayat 2, dan pasal 114 ayat 2 dengan hukuman penjara minimal 6 tahun hingga 20 tahun, sampai dengan hukuman mati dan denda 10 kurang lebih.

Penulis : Illank

Leave a Reply