Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan IMTAQ di Disdik Gowa

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat memberikan keterangan persnya soal penangkapan benih lobster di Mapolda Sulsel. (foto/illank)

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat memberikan keterangan persnya soal penangkapan benih lobster di Mapolda Sulsel. (foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel masih menunggu hasil pemeriksaan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (IMTAQ) tahun anggaran 2018 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

Dalam pengadaan alat peraga IMTAQ tersebut, menggunakan anggaran tahun 2018 sebanyak Rp 5,5 miliar. Dan diduga dalam pengadaan itu terjadi mark up harga, namun, pendistribusian barang dari Yogyakarta ke Gowa mengalami perlambatan.

Direktur Krimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat ditemui di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9) kemarin, mengatakan bahwa saat ini kasus dugaan korupsi tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Namun, ia mengaku belum mengetahui jumlah saksi yang telah dimintai keterangan soal pengadaan alat peraga IMTAQ yang menelan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar.

“Masih penyidikan juga. Saksinya sudah hampir semua kita periksa,” kata Yudhiawan.

Kendati demikian, terang Yudhiawan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil perhitungan jumlah kerugian negara dari pihak BPKP

“Kita masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP, sekalian itu nanti kita tetapkan tersangkanya,” bebernya.

Diketahui sebelumnya, pihak Polda Sulsel telah melakukan penggeledahan di kantor Bupati Gowa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa (IMTAQ) tahun anggaran 2018 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, bahwa penggeledahan itu dilakukan di kantor Bupati Gowa menindaklanjuti laporan adanya penyalahgunaan dalam pengadaan alat peraga IMTAQ tahun anggaran 2018 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

“Penyidik baru melakukan penggeledahan dulu untuk memeriksa apakah ada potensi kerugian negara dalam pengadaan tersebut. Yang diperiksa adalah dokumen-dokumen tentang pengadaan tersebut,” kata Dicky.

Dalam pengadaan alat peraga IMTAQ tersebut, menggunakan anggaran tahun 2018 sebanyak Rp 5,5 miliar. Dan diduga dalam pengadaan itu terjadi mark up harga, namun, pendistribusian barang dari Yogyakarta ke Gowa mengalami perlambatan.

“Dimana pada bulan Februari 2019 masih ada pengiriman barang, padahal seharusnya pengiriman barang itu hanya sampai bulan September 2018. Makanya kita masih melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan korupsi dalam pengadaan IMTAQ,” pungkasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply