ACC Temukan 92 Kasus Tipikor yang Ditangani Penegak Hukum Mangkrak

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun saat ditemui di kantor ACC Sulawesi. (Foto/illank)

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun saat ditemui di kantor ACC Sulawesi. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sebanyak 92 kasus tindak pidana korupsi yang mengalami mandek ditangani oleh penegak hukum Sulsel, berdasarkan catatan Anti Coruption Commitee (ACC) Sulawesi sepanjang tahun 2018.

Menurut Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan, kasus korupsi tersebut mandek ditangan penegak hukum di Sulsel, berbanding lurus jumlah kasus yang dalam penyelidikan dengan yang telah masuk dalam tahap penyidikan.

“Kasus korupsi mandek yang ditangani penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi Sulsel, Kejari Sulsel dan Polda Sulsel sebanyak 92 kasus sepanjang 2018. Diantaranya, 46 perkara yang masih dalam penyelidikan dan 46 perkara yang telah masuk dalam penyidikan,” kata Kadir dalam rilis catatan akhir tahun 2018 di Kantor ACC Sulawesi, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Senin (7/1/2019) sore.

Kadir menerangkan, jika Kejati Sulsel dalam nenangani perkara korupsi yang mengalami jalan ditempat yang masih dalam tahap penyelidikan sebanyak 24 kasus. Sementara, untuk tahapa penyidikan ada sembilan kasus, sehingga sepanjang 2018 perkara korupsi mandek di Kejaksaan Tinggi Sulsel sebanyak 33 kasus.

Tak hanya itu, dijajaran Kejari se Sulsel menangani perkara korupsi yang mandek sebanyak 40 kasus. Beberapa diantaranya15 kasus tahap penyelidikan dan 25 kasus masuk tahap penyidikan.

“Untuk di pihak kepolisian sendiri, khususnya Polda Sulsel bersama jajarannya, perkara korupsi yang mandek sebanyak 19 kasus. Dalam tahap penyelidikan sebanyak tujuh kasus dan dalam tahap penyidikan sebanyak 12 kasus,” tambahnya.

Sedangkan, peneliti ACC Sulawesi, Angga Reksa menilai bahwa ada sejumlah kasus yang cukup menjadi perhatian publik. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kasus korupsi tersebut.

Bahkan, lanjut Angga parahnya lagi, penegak hukum seperti Polda Sulsel sendiri seakan-akan tidak serius dalam menuntaskan kasus korupsi.

“Adapun kasus korupsi mandek yang menjadi sorotan dan ditangani oleh Polda Sulsel seperti dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Bontokunyi atau Mangkendek di Toraja dan juga dugaan penyelewengan lahan aset Pemprov Sulsel. Kasus ini telah lama namun tak kunjung selesai bahkan ada yang telah dilakukan supervisi oleh KPK,” kata Angga.

(Ink/Azr)

Leave a Reply