7 Terdakwa Korupsi Bimtek DPRD Enrekang Divonis Ringan

Para terdakwa korupsi Bimtek Enrekang saat mendengar putusan majelis hakim Tipikor Makassar. (Foto/illank)

Para terdakwa korupsi Bimtek Enrekang saat mendengar putusan majelis hakim Tipikor Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menentukan sikap terkait vonis 1 tahun 2 bulan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Tipikor Makassar terhadap tujuh terdakwa perkara korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Enrekang.

Tujuh terdakwa yakni mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang dan dua wakilnya Arfan Renggong dan Mustiar Rahim serta Sekretaris DPRD Enrekang, Sangkala Tahir selaku kuasa pengguna anggaran. Dan tiga terdakwa sebagai penyelenggara atau EO, Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi. 

Menanggapi putusan majelis hakim, jaksa, Nazaruddin Agus Salim mengatakan, jika pihaknya masih fikir-fikir hasil vonis yang diterima oleh tujuh terdakwa.

“Majelis hakim memberikan waktu selama satu Minggu untuk berfikir-fikir. Jadi kita diberi batasan waktu selama satu Minggu untuk menyatakan sikap apakah akan mengambil langkah hukum banding atau tidak,” kata Nazaruddin, Selasa (11/6/2019).

Nazaruddin menerangkan, bahwa sebelumnya ketujuh terdakwa dituntut hukuman penjara 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsidaer 3 bulan penjara. Namun, majelis hakim Tipikor Makassar menjatuhkan vonis hanya 1 tahun 2 bulan.

“Sampai divonis 1 tahun 2 bulan, karena pertimbangan biaya kerugian negara telah dikembalikan jadi tidak ada lagi nilai kerugian negara saat diputuskan,” pungkasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply