2 Minggu Pelaksanaan Operasi Zebra, Ribuan Pelanggar Ditindak Polisi

RAPORMERAH.CO – Operasi Zebra 2019 yang digelar sejak tanggal 23 Oktober hingga 5 November, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar telah berhasil menjaring sebanyak 3.003 pengendara.

3.003 pengendara yang dijaring sepanjang pelaksanaan Operasi Zebra yang dilaksanakan selama 14 hari.

Dalam pelaksanaan operasi ini mengalami kenaikan, jika dibandingkan hasil operasi yang sama pada tahun 2018 lalu hanya 2.288 pelanggar yang ditindak.

Sedangkan, kasus kecelakaan juga mengalami kenaikan tahun ini tercatat ada 24 kasus kecelakaan, sementara tahun lalu 21 kasus.

Kepala Urusan Bidang Operasi (Kaur Bin ops) Sat Lantas Polrestabes Makassar, AKP Semuel To’longan menyebutkan, bahwa pelanggaran sepanjang Operasi Zebra 2019 ini pelanggaran didominasi pengguna roda dua berjumlah 2479 orang. Sedangkan kendaraan roda empat ada 524 pelanggar.

“Masih didominasi pengguna sepeda motor ada 2.479. Kalau untuk mobil ada 524. kemudian untuk kasus kecelakaan selama operasi ada sebanyak 24 kejadian, naik dibanding tahun kemarin (2018) 21 sedangkan tahun ini 24, naik 14,29 persen, korban meninggal ada tiga sama dengan tahun kemarin, luka berat nihil, luka ringan ada 36, kalau kemarin 30 berarti naik 20 persen,” terangnya, Rabu (6/11/2019).

Akibat kecelakaan ini, kata Samuel mengakibatkan kerugian material sebesar Rp 41.850.000. Nilai ini meningkat pesat dari tahun lalu yang hanya Rp 9.350.000 atau naik 347 persen lebih.

Samuel merincikan rata-rata pelanggaran yang berhasil dijaring sepanjang operasi ini kebanyakan tidak memiliki kelengkapan surat-surat berkendaraan sebanyak 756 pengendara, tidak memakai helm ada 639 pengendara, sementara yang melawan arus ada 421 pelanggara, dan tidak menggunakan sabuk pengaman sebanyak 280 pengendara.

“Kalau untuk tidak menggunakan helm ini, dalam artian bukan hanya yang membonceng tapi juga yang dibonceng, dan rata-rata yang dibonceng tidak memakai helm. Nah ini yang berpotensi terjadinya kecelakaan sangat besar pengaruhnya apalagi yang melawan arus,” pungkasnya.

Samuel pun menghimbau pengguna jalan untuk tertib dan mematuhi peraturan berlalu lintas sebab kelalaian dalam berkendara bukan saja membahayakan diri sendiri tetapi juga pengguna jalan lain.

“Seluruhnya ditilang, penilangan itu kami sampaikan ke pengadilan atau melalui transfer ke Briva BRI. Semuanya melalui online, untuk memastikan bahwa pelanggar itu mendapat kepastian, jadi kami memberikan fasilitas yang ada untuk memberi kemudahan,” paparnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply