18 korban Bentrokan di Gedung DPRD Sulsel Dirawat di RS Bhayangkara

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Sebanyak 18 korban bentrokan di depan gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9) kemarin, yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar tidak mengalami luka yang serius.

“Sekarang kita rawat lima tapi mungkin siang sudah dipulangkan satu. Satu ada wartawan, mahasiswa dua orang, umum satu, yang rawat inap ada empat, keadaan umumnya baik semua, kebanyakan kena lemparan batu,” beber Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Farid Amansyah, Rabu (25/9/2019).

dr Farid Amansyah menerangkan, untuk korban dari jurnalis mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Namun, kondisinya sudah membaik.

“Yah di bagian kepala, tangan, tapi keadaan nya baik semua. Yah cedera sudah ada rencana pulang. Wartawan itu terkena lemparan batu, TKP nya di depan DPRD itu mungkin butuh dua – tiga hari perawatan,” paparnya.

Selain memberikan perawatan kepada mahasiswa dan jurnalis, pihaknya juga merawat dua orang warga yang terkena senapan angin ketika terjadi bentrokan di kampus Unismuh.

“Ada yang kena senapan angin, ada dua orang dari warga yah di Unismuh tapi rencananya sudah bisa pulang hari ini,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Awal Bros, dr Merry Monica menyebutkan, jika pihaknya menerima sebanyak 32 mahasiswa terdiri dari 24 pria dan 8 perempuan. Tapi, hingga saat ini tingga satu mahasiswa dari kampus UIN Alauddin.

“Mayoritas lecet ringan ada yang lemas karena pingsan. Karena kekurangan cairan karena diluar suhunya panas, ada yang cedera kepala. Kemarin ada 32 sekarang tinggal satu di UGD di observasi dan sudah hampir pulih atas nama Muslimin mahasiswa UIN Alauddin,” jelas dr Merry Monica

Bahkan, kata Merry pihaknya sempat kewalahan menghadapi pasien, lantaran kapasitas tempat tidur hanya 25 unit, sehingga dua korban dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar, akibat mengalami luka lecet di kepala.

“Dua yang dirujuk itu karena cedera kepala. Kira free kan semua, bahkan ada CT Scan itu tidak bayar. Kecuali luka robek itu hanya bayar benang khusus yang dipakai,” jelasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply