15 Saksi Diperiksa Terkait Korupsi Kapal Latih Disdik Sulsel

Keala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) membagi delapan unit kapal latih / IST

Keala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) membagi delapan unit kapal latih / IST

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Penyidik Polrestabes Makassar terus menggenjot penyidikan kasus dugaan pengadaan kapal latih Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan sebanyak 8 unit.

Pengadaan kapal latih tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 34 miliar tahun anggaran 2018.

Hingga saat ini, belasan saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo.

“Saksi yang diperiksa sudah lima belas orang. Kalau kadis baru satu kali dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2019).

Sementara, terkait kerugian keuangan negara yang diakibatkan dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Indratmoko mengaku belum mengetahui jumlah pastinya.

“Masih dalam perhitungan. 34 M itu banyak mas bro,” pungkasnya.

Kendati demikian, penyidik hingga saat ini belum pernah memeriksa mantan Kepala bidang SMK Disdik Sulsel, Rusmin yang mempunyai peranan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), lantaran pihak kepolisian masih mencari keberadaan Rusmin yang hilang secara misterius.

Sebelumnya, mantan Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sulsel, Rusmin hingga saat ini belum pernah datang memenuhi panggilan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar.

Pemanggilan eks Kepala Bidang SMK Disdik Sulsel ini terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal latih Disdik Sulsel sebanyak 8 unit dengan alokasi anggaran sebesar 34 miliar dari APBD 2018.

Saat ini, kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko pihaknya mencari alamat rumah dari mantan Kepala Bidang SMK Disdik Sulsel.

“Lagi dicari alamat pastinya untuk pemanggilan biar gak salah alamat,” kata Indratmoko saat dikonfirmasi, Selasa (25/6/2019).

Rusmin belum pernah mendatangi atau memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sebagai KPA.

“Yang bersangkutan sudah dua kali tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas,” pungkasnya.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply